Jalur pendakian Gunung Sumbing Via Garung (Jalur Lama)

Jalur pendakian Gunung Sumbing bisa dikatakan sebagai gunung dengan sensasi pendakian yang menantang. Jalur pendakian Sumbing tekenal dengan trek-trek yang terjal dengan jarak yang jauh, meskipun beberapa kali ditemui adanya bonus. Sehingga pantaslah kalau sumbing ini masuk dalam daftar gunung Jawa Tengah yang berat untuk didaki dengan ketinggiannya 3371 Mdpl.

Di Desa Garung terdapat dua jalur pandakian, jalur lama dan jalur baru, kalau bertanya mana yang lebih enak, jawabannya tidak ada ! sama-sama berat, meskipun jalur lama memiliki waktu tempuh yang relatif singkat. Kedua jalur ini nantinya akan bertemu di Pestan (sekitar setengah perjalan). Karena Tidak ada air pendaki harus membawa air yang cukup dari basecamp.
Basecamp – Pos 1 (Malim) 
Jalanan aspal masih akan dilalui hingga pemukiman penduduk dilajutkan dengan jalur makadam (batu tersusun). Sekitar 2,5 – 3 jam kemudian barulah akan sampai di pos 1. Kalau mau irit tenaga bisa menyewa ojek sampai ke pos 1. Tentu harus mengeluarkan tambahan biaya sekitar 30an ribu. 
Pos 1 – Pos 2 (Genus) 
Dari Pos 1 menuju pos 2 trek yang dilalui adalah tanah kemerahan. Meski jalur agak menanjak namun tidak terlalu berat. Banyak sekali cabang di jalur ini. Sekitar 45 menit – 1 jam dibutuhkan untuk mencapai ke pos 2
Pos 2 – Pos 3 (Seduplak Roto) 
Trek masih berupa tanah kemerahan yang agak lengket. Dari sini trek lumayan cukup terjal. Butuh waktu sekitar 60 menit untuk mencapai pos 3. Pos ini bisa digunakan untuk mendirikan sekitar 6 buah tenda kapasitas 4P. 
Pos 3 – Pestan 
Dari pos 3 cukup berjalan sekitar 30 menit kita akan sampai di pestan. Ini adalah pertemuan jalur lama dengan jalur baru. Pos ini sangat luas hingga muat puluhan tenda, namun kondisinya yang terbukan dan rawan badai menjadikan tempat ini tidak direkomendasikan untuk mendirikan tenda. 
Pestan – Pasar Watu 
Berangkat dari trek berubah menjadi jalan dengan batu-batu besar. Jalur semakin menanjak dan memerlukan tenaga yang lebih. Sembilan puluh menit kemudian kita akan sampai di pasar watu. Ada sedikit lahan datar meskipun hanya bisa untuk mendirikan 1-2 tenda saja.
Pasar Watu – Watu Kotak 
Selepas dari pasar Watu tujuan berikutnya adalah watu kotak. Tentu saja dari sini trek semakin membuat lutut kita ngilu. Trek berupa batuan besar yang berserakan. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai watu kotak. Di Sini adalah tempat favorit pendaki untuk mendirikan tenda. Namun karena sempitnya lahan datar terkadang sampai di sini sudah tidak kebagian tempat. 
Watu Kotak – Puncak Buntu – Puncak Kawah 
Dari Watu Kotak inilah trek semakin tajam, masih berupa bebatuan jalur yang harus dilewati. batuan di sini berwarna putih kekuningan, itulah tanda batuan yang dekan dengan kawah. Edelweis juga terlihat beberapa dibalik semak-semak. Setelah berjalan selama 1,5 jam kita akan sampai di puncak buntu. Dari sini kita bisa memandang gunung Sindoro dengan sangat jelas. Untuk ke puncak sejati (3371) kita masih harus berjalan ke arah kanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.