Semalam di Pantai Gesing

Semalam di Pantai Gesing

Pantai gesing, ini pantai baru ! masih belum banyak yang tahu tentang pantai ini. Letaknya di Desa Girikarto Kecamatan Panggang Gunung Kidul. Sekitar 2 jam perjalanan dibutuhkan jika ditempuh dari pusat kota yogyakarta.

Beberapa bulan sebelumnya teman saya pernah bercerita tentang sebuah pantai yang tengah ramai dikunjungi. Di ujung ceritanya dia menawarkan kami untuk main ke sana. Tentu dengan iming-iming mencicipi makanan serba ikan yang ada di pantai itu. Namun karena kepadatan jadwal (sok sibuk :P) maka kami belum bisa memenuhi ajakan itu.
Sepertinya teman saya itu tidak patah semangat, ada sebuah anak-anak dari sebuah organisasi kepemudaan yang ternyata menyambut ajakan itu. Dan pada akhirnya saya juga nebeng dalam acaranya. Karena tidak bisa ikut berangkat dari sore hari maka kami terpaksa menyusul di malam hari.

Bakda maghrib, kami semua sudah berkumpul. Hanya tinggal nunggu satu orang, meski waktu buat nunggunya lumayan bikin jengkel :(… seperti inilah kalau acaranya beramai-ramai. Tapi itulah asyiknya. Kan jadi punya bahan buat ngeBuly yang tukang telat hehe…

 

sreeeeeeeeeeet… Sampailah kami di Imogiri (Cerita sampai di imogiri di Skip aja, takut melanggar privasi :D). Mungkin ini jalan yang paling enak untuk menuju ke Panggang. akses yang lain bisa melalui pantai parangtritis. Tapi itu mungkin lebih lama, lebih boros bensin juga… Siluk,.. ini adalah jalur wajib yang harus dilewati. tanjakannya lumayan tinggi. Kami hanya berdoa semoga mobil tua yang mengangkut kami tidak kehabisan nafas di tengah jalan…

Doa kami terkabul didukung kecanggihan sang supir yang ugal-ugalan. selanjutnya hanya tanjakan naik dan turunan yang tidak begitu berarti. Sesaat kemudian, kota Panggang sudah terlewati. Dari panggang ini kemudian ambil kiri dan menuju ke Jl Raya Paliyan. Setelah itu ikuti saja petunjuk.

Jalanan sepi dan gelap dimulai dari perkampungan terakhir sebelum pantai gesing. Samar-samar terlihat deretan pohon jati memenuhi bukit-bukit kecil di sepanjang jalan yang kami lalui. Angin laut mulai terasa menyentuh kulit kami hingga akhirnya kami sampai di pantai.

Beruntungnya kami karena sesampainya di sana pas dengan acara inti, apalagi kalau bukan makan hehe… menunya ikan bakar, sudah tersedia banyak sekali ikan bakar di sana. Saya langsung saja mencicipinya dan ternyata memang sangat istimewa. Katanya sih kita tinggal pesen saja di warung dekat dengan tempat kami camping.
Dulunya pantai ini hanya populer di kalangan para pemancing saja. di sekitar pantai sangat didominasi dengan bukit-bukit karang dengan ombak besar yang selalu menghantamnya. Pantai ini menjadi ramai sesudah pemerintah setempat melakukan pembenahan.

Lokasi tempat kami camping tepat berada sebelum bukit karang ini. Tentu, jika siang kami langsung memandang ombak yang menghantam karang-karang itu. dan pada malam itu juga bukan hanya kami saja yang camping. Ada juga beberapa kelompok lainnya. Tempat kami mendirkan tenda sangat dengan dengan jalan setapak menuju ke tebing favorit para pemancing, ada beberapa pemancing yang lewat selama kami camping di situ.

 

Malam itu akhirnya kami habiskan untuk ngobrol-ngobrol hingga azan subuh. Nah ini sebenernya yang saya pengen lihat, ya.. keadaan pantai ketika siang hari. bener-bener mantap, udaranya sangat seger khas laut.

Saya sempatkan jalan-jalan untuk melihat pelabuhan di pantai gesing. Ternyata tempat kami camping terletak di atas tempat berlabuhnya kapal-kapal penangkap ikan. Dari atas, pantai ini terlihat seperti huruf “U” dengan dua bukit yang mengapitnya, dan karenanya seolah pelabuhan ini punya pemecah ombak alami. Mungkin karena itu tempat ini dipilih untuk dijadikan pelabuhan para nelayan.

 

Karena jernihnya air pantai kami bahkan bisa melihat dasar teluk ini. kata temen saya teluk ini aman dipakai buat berenang sampai di batas suar. Tapi rasanya malas mau berenang. Karena hampir tidak tidur saya jadi lemes. Melihat dari atas saja sudah cukup puas.

Sebelum pulang acara kami adalah penanaman pohon. Ini syarat dari pengelola setempat ! dalam melestarikan ke-asrian pantai maka setiap mereka yang camping di sini diharuskan untuk menanam minimal satu pohon. Ide yang sangat bagus sekali, kalau semua yang camping di sini nanam pohon mungkin beberapa tahun ke depan pantai ini akan jadi rimbun dan sejuk. Dan tentunya mencegah abrasi pantai.

Dan setelah itu kami pulang terlebih dahulu. Oh ya… untuk masalah ikan, jikalau menginginkannya bisa pesan di warung atau datang langsung ke tempat pelelangan ikan. Banyak macam ikan segar yang bisa kita beli dari nelayan-nelayan yang baru pulang dari melaut. Kalau penasaran langsung aja datengin pantai ini. (TPnM)
Peta Lokasi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.