5 Hari perjuangan Bertahan hidup, “Between A Rock and Hard Place”

5 Hari perjuangan Bertahan hidup,  “Between A Rock and Hard Place”

Sangat terlambat rasanya untuk mereview Film “127 Hours”… Seperti kita ketahui petualangan di alam bebas punya banyak manfaat selain sekedar refreshing. Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kegiatan-kegiatannya, seperti mendaki gunung, susur goa, rafting atau menyusuri pantai. Dan kini peminat dari kegiatan itu makin banyak. Tapi tentu meskipun sudah menjadi kegiatan yang dianggap “biasa” tidak merubah fakta bahwa semua kegiatan itu mengandung resiko. 

Adalah Aron Lee Ralston, Seorang Insinyur dan juga pendaki dari Marion, Ohio US. Aron menjadi terkenal ketika pada Pada bulan April 2003 memasuki Blue Canyon di Utah, dan kemudian jatuh terperangkap sebuah batu seberat 360 kg yang menjepit tangannya. Karena ini dia harus bertahan selama 127 jam (5 hari) sampai akhirnya dia memutuskan untuk memotong tangannya sendiri. kisah ini di filmkan pada tahun 2010 dengan judul “127 Hours” yang diperankan oleh James Franco.

Dalam film digambarkan jelas bagaimana Aron bertahan dan berjuang untuk hidup sampai harus meminum air seninya sendiri. Dan juga bagaimana dia tetap bisa menggunakan semua yang tersisa sambil bertahan dari dehidrasi dan hipotermia. Aron sendiri menuliskan kisahnya dalam buku dengan judul “Between A Rock and Hard Place”.

Kisahnya ini kemudian menjadi sensasi Internasional: “Using a multitool, the climber amputated his right hand, then rappelled to freedom” (menggunakan alat serba guna, seorang pendaki mengamputasi tangan kanannya kemudian memanjat untuk bebas”. Media membuat kisah Aron ini menjadi seksi dan menjadikannya pahlawan dengan melihat apa yang Aron lakukan.

Namun pada akhirnya reaksi yang bernada kritikan juga muncul yang dimuat di Majalah National Geograohic.  “The media descended on the story in droves. Ralston was deemed a hero, a warrior, even (in one college newspaper headline) a “badass.” But some in the local climbing community felt that there was another side to the story.” Media berbondong-bondong memberitakan. Ralston dianggap pahlawan, pejuang, bahkan (dalam headline satu surat kabar kampus) disebut “badass.” (hebat..tangguh) Tetapi sebagian komunitas panjat lokal merasa bahwa ada sisi lain cerita. “

Kritikan-kritikan itu lebih menyoroti apa yang dilakukan Aron dan bagaimana dia bisa sampai di terjebak di tempat itu. Rex Tanner, seorang pensiunan SAR di Bluejohn Canyon mengatakan, “What Ralston did right, what he did wrong”.  Apa yang dilakukan Aron Ralston dalam bertahan hidup adalah sesuatu yang benar dan pantas untuk mendapat pujian. Namun, Aron juga membuat kesalahan yang sama besarnya dengan tidak mematuhi Standard Operating Procedure (SOP).

Rex menambahkan, Bahkan ketika Anda telah dilatih untuk melakukan kegiatan penyelamatan. Tidak ada pelatihan atau peralatan yang benar-benar dapat menghapus bahaya dari Alam liar. Jika seorang relawan SAR melakukan penyelamatan malam hari, berjalan di sepanjang lembah tanpa cahaya bulan, dia dapat melangkah masuk melalui celah semudah orang lain. Itu sesuatu yang tidak diketahui publik. “Karena satu orang (Aron Ralston) membuat dirinya sendiri ke dalam situasi tertentu, 15 atau 16 relawan SAR akan ditempatkan dalam posisi yang sama bahayanya”.

 Bagaimana Aron menanggapi berbagai pujian dan kritik ?

Dalam sebuah wawancara Aron menceritakan apa yang dia rasakan.

“Setelah cukup kurang tidur, pikiran terus berputar tentang bagaimana saya tiba di ngarai, saya menyadari bahwa [situasi saya] adalah hasil dari keputusan yang saya buat. Saya memilih untuk pergi ke sana sendiri. Saya memilih untuk tidak memberitahu siapa pun ke mana saya pergi. Saya memilih untuk tidak pergi bersama seseorang [dua pendaki] ”.

Dia melanjutkan “Tapi saya juga menyadari bahwa saya telah membuat semua pilihan sampai saat itu yang telah membantu saya bertahan hidup. Saya mengambil tanggung jawab untuk semua keputusan saya, yang membantu saya mengambil tanggung jawab untuk bisa keluar.”

“Saya jelas membuat kesalahan !. Saya pikir orang-orang yang mengatakan untuk tidak pernah pergi keluar sendiri adalah hal yang paling mendasar. Saya setuju dengan orang-orang yang mengatakan untuk tidak pernah pergi sendirian tanpa memberitahu seseorang di mana Anda akan pergi. Biasanya, saya melakukan itu. Tapi tidak kali ini, Saya salah memperhitungan risiko.” lanjut Aron !

Mengenai banyaknya pujian Aron mengatakan bahwa “orang hanya melihat dari apa yang saya lakukan, bukan pada kecelakaan yang terjadi” Cerita Aron ini digambarkan dengan jelas dalam Film 127 Hours. Tentu karena dia sebelumnya telah membuat video ketika dia terjebak.

apa yang bisa kita petik dari kisah Aron Ralston ?

Alam Liar tidak bisa ditaklukan !

Kesombongan berlebihan kiranya jika berpikir untuk menaklukkan Alam liar. Seperti yang Rex Tanner katakan di atas, dengan canggihnya peralatan atau pelatihan yang super ketat hingga menjadikan seorang menjadi ahli, sama sekali tidak bisa menghapus bahaya dari alam liar.

Aturan dibuat untuk Keselamatan Kita !

Dari hal yang mendasar seperti meninggalkan catatan yang berisi tujuan kita. Aron yang sudah sangat berpengalaman dalam petualangan dan kegiatan Alam bebas dan juga  mantan anggota dari Albuquerque Mountain Rescue Council (semacam dewan SAR), bisa mengalami hal yang sangat mengerikan selama 5 hari hanya karena tidak meninggalkan catatan dan pergi seorang diri.

Aturan di beberapa Gunung maupun tempat-tempat kegiatan alam lainnya tentu juga harus dipatuhi. Semua aturan ini dibuat untuk keselamatan kita, meminimalkan resiko yang bisa saja terjadi. Di sinilah kita belajar untuk tidak menjadi seorang yang egois. “Karena satu orang (Aron Ralston) membuat dirinya sendiri ke dalam situasi tertentu, 15 atau 16 relawan SAR akan ditempatkan dalam posisi yang sama bahayanya”.

Mempersiapkan petualangan dengan baik !

Banyak peralatan yang sangat penting terkadang justru tidak dibawa dengan alasan berat dan tidak cukup ruang. Yang sering adalah peralatan survival dan kotak P3K. Terutama di gunung-gunung yang kini mulai ramai, padahal ramainya gunung tidak menghilangkan bahwa gunung tetap tempat yang bisa membahayakan kita kapan saja. Perbekalan juga terkadang sekenanya saja dengan air minum yang minim.

Keselamatan Adalah Yang Utama

Kisah Aron dalam bertahan hidup tetaplah harus dibayar dengan kehilangan tangannya. Dan alangkah lebih baiknya kalau mencegah sebelum hal buruk terjadi.

Kisah tentang semngat perjuangan dan bertahan hidup dari Aron Lee Ralston ini patut kita contoh. Namun hal yang juga sangat penting adalah tentang bagaimana kisah itu bisa terjadi. Bagaimana hanya karena hal-hal yang dianggap sepele bisa membuat sesuatu menjadi sangat buruk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × five =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.