Magnet Itu Bernama “Lawu”

Magnet Itu Bernama “Lawu”


Gunung lawu menyimpan banyak sekali misteri yang menarik orang untuk mendatanginya… hal itu yang membuat lawu menjadi Gunung yang cukup ramai dikunjungi orang. Salah satunya mungkin karena letaknya yang berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan jawa Timur.

Beberapa waktu lalu tepatnya di awal tahun 2019 ini lawu menjadi ramai kembali. Ya.. seperti yang sempat beredar di media-media, apalagi kalau bukan tentang pendaki yang yang hilang. Dan hebatnya banyak pegiat spiritual yang ikut andil dalam usaha untuk menemukan Alvi. Meski begitu sampai saya menulis ini, alvi juga masih belum diketemukan. Dan tentunya berbagai dugaan juga ada seperti diserang binatang buas.

Tapi apa hanya di lawu ? tidak. Disetiap gunung juga ada orang yang kebetulan hilang atau yang semacamnya. Jadi apa yang menjadikan gunung lawu istimewa ?

Pendaki Spiritual

Ketika pertama kali mendaki gunung lawu saya sangat merasakan perbedaan yang besar dengan gunung-gunung lainnya. Kalau di Gunung Lawu ini disepanjang jalan kita akan berbarengan dengan para pendaki spiritual. ciri-cirinya, para pendaki ini sangat terlihat dari gayanya yang sangat light packing. Yang dulu pernah saya temui itu mereka hanya bawa bekal satu botol (500 ml) air mineral dan satu buah pisang ambon. Dan bukan tanpa alasan karena memang pisang itu bisa dijadikan dopping yang alami 😀

Aroma Dupa Sepanjang Jalan

Cemoro sewu adalah jalur yang dulu pertama kali saya lewati. Jalannya yang masyaalloh … bagus banget.. tertata rapi, dari batu sampai ke Hargo Dalem. Dan Pos pendakian yang ada di sana sangat kokoh dengan bangunan dari batu. Tambah bikin suasana jadi lebih greng adalah aroma dupa ataukah kemenyan yang bertebaran. Seingat saya dibelakang pos 3 dulu yang benar-benar saya tau dupanya masih nyala.

Mendaki Lalu Gantung Diri

Bahkan ada juga orang yang naik ke gunung Lawu hanya untuk bunuh diri. Ketika saya mendaki ke lawu 2011 saya berhenti di pos yang sangat sepi sekali. bahkan hanya saya dan dua teman saya yang berhenti di situ. Setelah diusut-usut ternyata tempat saya ngecamp itu sangat dekat dengan lokasi gantung diri seorang pendaki beberapa bulan sebelumnya. Dan belum lama juga ada lagi laporan orang hilang yang kemudian ditemukan meninggal dalam keadaan gantung diri.

 Tidak Boleh Pakai baju Hijau

Banyak tempat khususnya di Jawa ini yang punya larangan memakai pakaian dengan warna tertentu. Alasannya macam-macam. Untuk di Lawu ini, tradisi setempat melarang pakai baju hijau. Tapi disisi lain baju hijau ini memang sebaiknya tidak usah dipakai di Gunung mana saja 😀 .. SAR gunung lawu sendiri sering mengeluhkan susahnya menemukan orang yang hilang karena bajunya membaur dengan sekitar.

Sendang Penyembuh Segala Penyakit

Sendang derajat adalah sumber air untuk yang berkunjung ke hargo dalem. Konon air sendang ini tidak pernah kering, meskipun ketika saya pertama kali ke sana airnya tidak tersisa. Mungkin karena waktu itu kemarau panjang dan air yang ada sudah habis diambil. Baru waktu saya berkunjung lagi saya bisa mencicipi langsung air sendangnya. Segarnya bukan main, air mineral dari pabrik kalah jauh. Dan hebatnya, air sendang ini dipercaya bisa menyembuhkan segala macam penyakit.

Mitos ?

Saya lebih senang dengan kepercayaan lokal… Tempat Mokswa Brawijaya 5, masyarakat lokal meyakini bahwa raja terakhir majapahit menghentikan perjalanannya di Gunung Lawu dan mokswa. Hargo Dalem merupakan tempat yang diyakini menjadi tempat moksa brawijaya 5. Barawijaya 5 didampingi oleh Dipa Menggala yang konon menguasi semua makhluk gaib yang ada di Gunung Lawu dan diberi gelar Sunan Gunung Lawu. Dan yang kedua adalah Wangsa Menggala yang diangkat menjadi patihnya dengan gelar Kyai Jalak. Terdapat sebuah pendopo untuk mengenang Brawijaya V. dan uniknya tempat ini dikelilingi banyak sekali bedeng (shelter) yang berkesan seperti sebuah kampung.

Terlepas dari banyaknya mitos di Gunung Lawu, bagi saya Lawu punya keistimewaan yang lain. view yang menarik dengan tempat yang luas untuk dijelajahi penuh dengan spot-spot yang indah. Terutama jika kita lewat jalur Candi Cetho.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.