Bromo tetaplah Gunung berapi

Bromo tetaplah Gunung berapi
Bromo, adalah salah satu tempat tujuan wisata yang ramai dikunjungi. Keindahan sunrise (matahari terbit) tiada duanya menjadi magnet yang kuat bagi wisatawan lokal maupun manca untuk mengunjunginya. Selain keindahan alamnya, Bromo sendiri mempunyai keelokan budaya dari suku Tengger yang menghuni area itu.
Bagi penduduk sekitar Gunung Bromo, suku Tengger, Gunung Bromo / Gunung Brahma dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.
Dibalik keindahan dan keelokan budaya itu Bromo tetaplah sebuah gunung berapi yang sewaktu-waktu dapat meletus. Kawasan itu sendiri sebenernya merupakan kaldera yang biasa disebut dengan kaldera Tengger dengan Gunung Bromo yang menjadi pusat erupsinya. Pada Minggu 13 Desember 2015 dikabarkan dari PVBMBG bahwa aktivitas vulkanik Bromo Meningkat tajam.
Perubahan aktivitas Bromo sangat mendadak, ketinggian asap mencapa i 1500 meter. Hal ini mengakibatkan penerbangan di Malang ditutup. Dan Kawasan Bromo juga ditutup  bagi wisatawan. Dan bukan kali ini saja gunung Bromo mengalami erupsi, tercatat beberapa kali Bromo mengalami erupsi. Beberapa yang paling dekat diantaranya adalah pada..
Tahun 2011 bulan Januari tanggal 22, pukul 5:30 pagi Kawah gunung bromo tidak terlihat. Pada tanggal 23 Januari 2011 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa sejak 19 Desember 2010 abu dan material vulkanik pijar telah terlempar oaleh aktivitas letusan kawah Bromo. Letusan terus-menerus terjadi pada tanggal 21 Januari 2011 dan menyebabkan abu tipis jatuh sampai ke desa Ngadirejo dan Sukapura Wonokerto, kabupaten Probolinggo.
Dampak dari hujan lebat abu vulkanik dari 19 Desember 2010 mengakibatkan terganggunya aktivitas normal. Awal 2011 keprihatinan sampai pada efek ekonomi lokal dan masalah potensi lingkungan dan juga kesehatan jangka panjang diantara warga sekitar gunung Bromo. Letusan vulkanik dan tremor dilaporkan pada tanggal 21 Januari dan 22 Januari dengan aktivitas mereda pada 23 Januari 2011. Pada tanggal 23 Januari 2011 di 06:00 status siaga di Gunung Bromo tetap di (Level III).
Gunung Bromo kembali menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas sejak awal November, di mana jumlah asap yang keluar dari kawah diintensifkan. Dan pada akhir November gunung Bromo mulai mengeluarkan abu ke udara. PVBMG mengeluarkan peringatan pelarangan untuk mendaki gunung Bromo. Kemudian peringatan diperpanjang menjadi pengecualian zona 1 km, sebelum akhirnya diperluas ke lebih luas yang hampir dilarang pengunjung dari turun ke dasar kaldera, yaitu hamparan padang pasir Bromo.
erupsi Bromo 2011 (sumber: wikipedia.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + fourteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.